Malam itu, di Desa Tanjung, Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, suara tawa dan obrolan akrab terdengar dari sebuah pos kamling sederhana. Di bawah lampu temaram, beberapa warga duduk melingkar bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Mereka tidak sedang membahas hal berat, melainkan bercerita tentang hasil panen, anak-anak yang sekolah, hingga rencana gotong royong akhir pekan. Suasana hangat ini sudah menjadi pemandangan rutin setiap malam sejak TNI dan Polri bersinergi mengaktifkan kembali pos kamling di setiap dusun di desa yang berbatasan langsung dengan Malaysia ini. Program ini bukan sekadar menjaga keamanan desa, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi yang mempererat hubungan aparat dengan warga.
Pos Kamling: Bukan Sekadar Jaga Malam, Tapi Tempat Silaturahmi
Setiap malam, Babinsa dan Bhabinkamtibmas bergiliran hadir di pos kamling. Mereka duduk bersama warga, mendengarkan keluh kesah, dan berdiskusi tentang keamanan serta ketertiban. Tak jarang, obrolan ringan diselingi canda tawa yang membuat suasana makin akrab. "Di sini kami bukan sebagai aparat yang menakutkan, tapi sebagai tetangga dan sahabat warga," ujar salah satu Babinsa sambil tersenyum. Selain diskusi, mereka juga memberikan penyuluhan tentang bahaya narkoba dan radikalisme. Dengan cara yang santai dan penuh kekeluargaan, pesan-pesan penting ini mudah diterima oleh warga. Program TNI Polri ini benar-benar membawa nuansa baru di perbatasan Kalimantan Barat.
Dari Keamanan hingga Sembako: Program yang Menyentuh Hati
Manfaat program ini langsung dirasakan oleh warga. Pak Dirman, ketua RT setempat, mengaku bahwa sejak pos kamling diaktifkan, angka pencurian menurun drastis. "Dulu sering ada kehilangan ayam atau alat pertanian, sekarang hampir tidak ada lagi. Patroli rutin membuat maling kapok," katanya bangga. Selain itu, kegiatan malam hari juga diisi dengan pembagian sembako untuk warga kurang mampu. Bantuan ini sangat berarti, terutama bagi keluarga yang menggantungkan hidup dari hasil kebun karet dan sawit. Berikut beberapa manfaat yang dirasakan warga:
- Penurunan angka kriminalitas, terutama pencurian di malam hari.
- Warga mendapatkan penyuluhan tentang narkoba dan radikalisme secara santai.
- Pembagian sembako rutin untuk warga kurang mampu.
- Hubungan antara aparat dan warga semakin erat, seperti keluarga sendiri.
Program yang merupakan bagian dari Operasi Kewilayahan Teritorial ini benar-benar menguatkan ketahanan desa di perbatasan. Warga tidak hanya merasa aman, tetapi juga diperhatikan. Suasana malam di pos kamling kini penuh canda tawa dan keakraban. Tak heran jika banyak warga yang antre untuk bertugas jaga malam, bukan karena kewajiban, tapi karena ingin berkumpul dan bercengkerama. Inilah wujud nyata kedekatan TNI Polri dengan rakyat di pelosok Kalimantan Barat. Semoga program ini terus berjalan dan menginspirasi desa-desa lain.