Di Rumah Tinggal Sementara (RTS) Suku Asmat, Merauke, suasana hangat menyambut kedatangan Panglima Komando Armada RI, Laksamana Madya TNI Dr. Denih Hendrata, bersama sang istri. Rabu, 2 September 2026, bukanlah hari biasa bagi warga. Hari itu, tangan-tangan prajurit TNI AL hadir bukan untuk latihan atau menjaga laut, melainkan untuk berbagi cerita dan kepedulian lewat bakti sosial yang digelar Kodaeral XI. Langkah kaki di atas tanah merah, senyum yang saling bersahutan, dan obrolan ringan yang mengalir membuat jarak antara seragam militer dan kehidupan desa terasa sangat dekat.
Ketika Prajurit Duduk Sejajar dengan Warga
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian HUT TNI AL, namun esensinya jauh lebih dalam. Bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah kunjungan penuh kepedulian untuk menyentuh langsung kehidupan saudara-saudara kita di Papua Selatan. Pangkoarmada RI beserta rombongan tidak hanya melihat dari kejauhan. Mereka menyapa, mendengar, dan merasakan denyut kehidupan warga Suku Asmat yang selama ini mungkin jarang tersentuh perhatian. Kehadiran ini menjadi bukti nyata bahwa TNI AL ingin mendengar, melihat, dan merasakan langsung apa yang dibutuhkan masyarakat.
Di sepanjang lokasi bakti sosial, para prajurit dengan ramah menyerahkan paket sembako kepada warga. Bukan sekadar bantuan materi, setiap paket itu adalah wujud perhatian akan kebutuhan pokok sehari-hari keluarga. Beberapa warga tampak tersenyum dan mengucapkan terima kasih dengan mata yang sedikit berkaca-kaca. Di tenda lain, puluhan tenaga medis dengan sabar melayani pemeriksaan umum dan gigi secara gratis. Senyum lega terpancar dari wajah warga yang mungkin jarang sekali mendapat akses layanan kesehatan sedekat ini.
Lebih dari Sekadar Bantuan, Ini Kemanunggalan
Ada banyak hal yang bisa dirasakan dari kegiatan ini. Bagi warga Suku Asmat, kehadiran TNI AL bukan sekadar pemberi bantuan, tetapi juga sahabat yang peduli. Berikut beberapa hal hangat yang hadir di tengah-tengah mereka:
- Paket sembako yang disalurkan langsung ke tangan warga, meringankan beban dapur keluarga sehari-hari.
- Layanan kesehatan gratis untuk pemeriksaan umum dan gigi, menjawab kebutuhan medis yang cukup jarang tersentuh di pelosok.
- Kehadiran Pangkoarmada RI dan istri yang duduk berdampingan dengan warga, menunjukkan bahwa prajurit dan rakyat adalah satu keluarga besar.
- Obrolan santai yang membuat suasana menjadi cair, seolah tidak ada jarak antara seragam militer dan keseharian warga.
Kegiatan seperti ini menegaskan kembali janji kemanunggalan TNI dan rakyat. Bahwa di pelosok sekalipun, prajurit tak hanya menjaga kedaulatan laut, tetapi juga menjaga hati dan kesehatan masyarakatnya dengan penuh kehangatan. Bakti sosial TNI AL di Merauke ini bukanlah acara sekali lewat. Ia adalah jembatan yang mempererat rasa kebersamaan antara negara dan warga di ujung timur Indonesia. Semoga kehangatan ini terus mengalir, dan langkah-langkah kecil seperti ini akan selalu membawa senyum bagi warga Suku Asmat dan semua yang membutuhkan. Kita semua adalah saudara, dalam suka maupun duka, dalam laut maupun darat.