Di sudut Kabupaten Lebak, Banten, saat musim kemarau tiba, desa-desa seperti Keusik dan Cikamunding berubah menjadi ladang kerinduan akan air. Warga, terutama ibu-ibu dan anak-anak, harus berjalan kaki hingga 5 kilometer menyusuri jalan setapak yang terik, hanya untuk menjumpai sungai yang airnya keruh dan tak layak minum. Setiap tetes air yang didapatkan adalah perjuangan. Tapi kini, senyum lega mulai merekah di wajah Ibu Siti, seorang ibu rumah tangga di Desa Keusik. Sebab, Kodam Jaya/Jayakarta baru saja meresmikan 10 sumur bor yang tersebar di 5 desa. Air bersih kini mengalir di depan rumah mereka, tanpa perlu lagi antre berjam-jam di sungai yang kotor. Sebuah harapan baru yang membasahi bumi yang haus.
Sumur Bor: Harapan Baru di Tengah Kekeringan
Pangdam Jaya hadir langsung dalam peresmian itu, ditemani warga yang sudah lama menanti bantuan. Setiap sumur bor dipasangi pompa listrik tenaga surya — ramah lingkungan dan tak bergantung listrik desa yang kadang mati. Warga pun tak hanya diberi akses air, tapi juga edukasi tentang cara mengelola air bersih agar tetap terjaga. Satgas TNI turun tangan mengajari mereka memanfaatkan sumur bor secara maksimal. Berikut adalah manfaat yang dirasakan warga:
- Sumur bor tersebar di 5 desa di Kabupaten Lebak, Banten, memastikan distribusi air merata.
- Setiap sumur dilengkapi pompa tenaga surya agar hemat energi dan ramah lingkungan, cocok untuk desa yang belum stabil listriknya.
- Warga mendapat edukasi pengelolaan air dari Satgas TNI, sehingga mereka bisa merawat sumur bor secara mandiri.
- Ibu Siti dan tetangganya tak perlu lagi berjalan jauh untuk air bersih, menghemat waktu dan tenaga.
Kehadiran sumur bor ini bukan sekadar mengatasi kekeringan, melainkan juga membuka pintu harapan bagi ribuan warga yang selama ini haus akan air bersih. Di setiap desa, senyum dan ucapan syukur mengalir deras seperti air yang keluar dari keran. Salah satunya dirasakan oleh Ibu Siti, yang matanya berkaca-kaca saat menceritakan perjuangannya selama ini. "Kami sangat bersyukur, tidak perlu lagi antre air di sungai yang kotor," ujarnya dengan suara bergetar. Kisahnya mewakili harapan ratusan keluarga desa lain yang kini bisa bernafas lega.
Gotong Royong TNI dan Warga Desak Desa
Program ini bukan sekadar bantuan, melainkan wujud nyata tugas pokok TNI membantu kesulitan rakyat. Kekeringan panjang di Banten menjadi perhatian serius bagi Kodam Jaya. Dengan 10 sumur bor, ribuan warga kini punya sumber air bersih yang stabil. Keringat para prajurit yang menggali sumur, senyum warga yang menerima air jernih, dan doa-doa yang dipanjatkan di setiap desa — semua itu menjadi cerita hangat yang mengalir bersama air dari sumur bor. Di Lebak, kekeringan tak lagi berarti kesepian. TNI telah hadir, bukan sebagai tentara berwajah garang, melainkan sebagai saudara yang mengulurkan tangan. Semoga sumur-sumur ini tak hanya memberi air, tapi juga menyirami semangat gotong royong yang tak pernah kering. Sebab, air bersih bukan sekadar kebutuhan, tapi jembatan yang menghubungkan hati rakyat dengan negara. Di setiap tetes air yang jernih, terasa kehangatan kebersamaan yang tak akan pudar.