Di sebuah desa kecil di pesisir Jayapura, suara palu dan gergaji berpadu dengan tawa anak-anak yang bermain di pinggir pantai. Hari itu, para prajurit TNI dari Kodaeral X tak hanya membawa senjata, tapi juga membawa semen, cat, dan semangat gotong royong. Mereka sedang merenovasi rumah Pak Markus, seorang nelayan tua yang selama bertahun-tahun tinggal di rumah panggung reyot. “Saya tidak pernah menyangka tentara mau susah-susah naik ke rumah saya,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca. Inilah potret hangat Serbuan Teritorial yang digelar selama sebulan penuh — bukan sekadar program, melainkan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Membangun Jembatan, Merangkul Hati Warga
Tak hanya rumah Pak Markus, jembatan gantung yang menghubungkan dua kampung pun ikut diperbaiki. Dulu, anak-anak harus memutar jauh untuk ke sekolah, kini mereka bisa menyeberang dengan aman. “Kami merasa diperhatikan,” kata Ibu Yuliana, seorang guru SD di kampung itu. Program ini memang dirancang untuk menyentuh langsung kebutuhan dasar warga. Selain renovasi rumah dan jembatan, ada pula pembersihan lingkungan pantai yang melibatkan puluhan pemuda desa. Mereka bersama-sama memungut sampah plastik dan merapikan tempat pelelangan ikan. Kolaborasi antara TNI, Polri, dan masyarakat menjadi pemandangan sehari-hari yang mengharukan. Semua bergerak seirama, seperti keluarga besar yang saling membantu.
Lahan Terbengkalai Jadi Sumber Penghidupan
Namun, yang paling membangkitkan harapan adalah program non-fisik. Di Keerom, lahan seluas 30 hektar yang semula hanya ditumbuhi semak belukar kini disulap menjadi ladang kedelai. Para petani setempat diajari cara menanam dan merawat hingga panen. “Kami tidak hanya diberi bibit, tapi juga pendampingan. Rasanya seperti punya kakak yang sayang sama adiknya,” cerita Pak Yanto, ketua kelompok tani. Tak ketinggalan, keramba jaring apung juga dipasang di danau dekat desa — sumber protein segar yang bisa dinikmati kapan saja. Melalui langkah-langkah ini, kesejahteraan warga benar-benar diupayakan secara berkelanjutan, bukan sekadar bantuan musiman. Hasilnya, warga desa merasakan manfaat nyata:
- Akses kesehatan lebih mudah lewat posko kesehatan keliling yang hadir setiap minggu.
- Ketersediaan pangan lokal dari pertanian kedelai dan perikanan keramba.
- Kemandirian ekonomi berkat pelatihan kewirausahaan dan pendampingan usaha kecil.
- Rasa aman dan kedekatan dengan aparat keamanan yang kini seperti saudara sendiri.
Rustan Saru, Wakil Wali Kota Jayapura, tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. Ia menilai Serbuan Teritorial ini membawa angin segar yang menyentuh langsung kehidupan warga. “Dulu ada jarak, sekarang prajurit sudah seperti saudara sendiri,” tambahnya. Semua ini membuktikan bahwa kemanunggalan bukan sekadar kata, melainkan gerakan nyata untuk memperkuat ikatan TNI dengan rakyat.
Di sore hari, saat matahari mulai tenggelam di ufuk Papua, para prajurit duduk bersama warga di tepi pantai. Mereka bercerita tentang masa depan desa yang lebih cerah. Ada yang membayangkan ladang kedelai menghijau, ada yang bermimpi anak-anaknya bisa sekolah tanpa khawatir jembatan putus. Kebersamaan itu terasa hangat, seperti api unggun yang menyala di tengah hembusan angin malam. Di situlah kami semua sadar: kesejahteraan sejati lahir dari kolaborasi dan saling peduli. Dan cerita ini baru saja dimulai.