Di kaki pegunungan yang menjulang tinggi di Kampung Awe, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, suara merdu lantunan ayat suci Alquran kini menjadi irama yang akrab di telinga warga. Bukan hanya kicauan burung cendrawasih yang menghiasi sore hari, melainkan juga suara anak-anak desa yang sedang belajar mengaji. Di balik kehangatan ini, ada seorang prajurit TNI yang dengan sabar membimbing mereka. Dialah Serda Dani Prasetyo, anggota Satgas Pamtas Yonif 131/BJS, yang tak hanya menjaga perbatasan negara, tapi juga menerangi hati dengan ilmu agama.
Dari Rasa Asing Menjadi Keakraban
Awalnya, kehadiran Serda Dani dengan seragam loreng dan senjata di pundak membuat warga Kampung Awe merasa segan. Namun, hati lembut prajurit ini perlahan mencairkan kebekuan itu. Setiap sore, selepas tugas, ia berjalan kaki ke masjid desa yang sederhana. Di sana, ia mendapati anak-anak yang haus akan pendidikan agama, namun minim guru ngaji. 'Aku cuma mau bagi ilmu. Anak-anak di sini haus akan pendidikan agama, tapi minim guru,' ujar Serda Dani dengan rendah hati. Perlahan, anak-anak desa mulai mendekat, penasaran dengan sosok prajurit yang ramah dan selalu tersenyum. Kesabaran Serda Dani membuahkan hasil yang membanggakan:
- 20 anak di Kampung Awe kini sudah hafal Juz 30 dari Alquran.
- Beberapa di antaranya bahkan sudah mampu memimpin salat berjamaah di masjid.
- Orangtua mereka pun tak bisa menyembunyikan rasa takjub dan syukur. 'Dulu anak saya tidak kenal huruf Alquran, sekarang bisa mengaji. Terima kasih Pak Tentara,' ujar Mama Yuliana, salah satu warga, dengan mata berkaca-kaca.
Kisah nyata ini membuktikan bahwa kehadiran TNI di ujung negeri bukanlah sebagai penjaga yang menakutkan, melainkan sahabat yang peduli.
Membangun Toleransi Lewat Tawa Anak Desa
Program kebaikan Serda Dani tak berhenti pada pelajaran mengaji. Dengan penuh inovasi, ia juga mengajarkan toleransi dan kebersamaan kepada seluruh anak di Kampung Awe, termasuk yang beragama non-Muslim. Setiap hari Sabtu, ia mengadakan lomba bernyanyi lagu nasional di lapangan desa. Suara riang anak-anak bergema, menyanyikan 'Garuda Pancasila' dan 'Dari Sabang Sampai Merauke' dengan penuh semangat. Berikut beberapa kegiatan yang dilakukan Serda Dani untuk mempererat kebersamaan:
- Mengaji Bersama: Setiap sore, anak-anak desa belajar membaca dan menghafal Alquran dengan bimbingan Serda Dani.
- Lomba Bernyanyi Lagu Nasional: Setiap Sabtu, anak-anak dari berbagai latar belakang agama berkumpul untuk bernyanyi dan belajar rasa cinta tanah air.
- Kegiatan Sosial: Serda Dani mengajak anak-anak untuk bergotong royong membersihkan lingkungan desa, menanamkan nilai kerja sama dan peduli sesama.
Kampung Awe yang dulu terasa sunyi dan terisolasi, kini selalu dipenuhi oleh tawa dan canda anak-anak. Prajurit itu tersenyum bahagia melihat perubahan ini. 'Ini tugas teritorial yang paling indah: membangun hati manusia,' ujar Serda Dani dengan penuh rasa syukur. Kisah kepeduliannya menjadi contoh nyata bahwa TNI hadir di pelosok negeri bukan sebagai penjaga yang menakutkan, melainkan sebagai sahabat yang dekat dengan rakyat. Dalam setiap langkahnya, ia membuktikan bahwa toleransi dan kebersamaan adalah kunci untuk membangun kehidupan yang lebih baik. Semoga cerita ini terus menginspirasi, dan semoga Kampung Awe selalu dipenuhi oleh rasa syukur dan harapan yang hangat dari setiap warganya.