Program & Bantuan Trending

Ibu-ibu di Desa Pesisir Dilatih TNI Buat Kerupuk Rumput Laut, 'Sekarang Punya Penghasilan Sendiri'

Ibu-ibu di Desa Pesisir Dilatih TNI Buat Kerupuk Rumput Laut, 'Sekarang Punya Penghasilan Sendiri'

Melalui pelatihan penuh pendampingan dari Babinsa, ibu-ibu Desa Tambakrejo berhasil mengubah rumput laut biasa menjadi UMKM kerupuk yang mendatangkan penghasilan mandiri. Kisah ini membuktikan bahwa perhatian dan kedekatan teritorial dapat memberdayakan wanita dan menggerakkan roda ekonomi keluarga dengan penuh kehangatan dan kebersamaan.

Dari balik rumah-rumah papan yang berjajar di Desa Tambakrejo, Kabupaten Pati, aroma khas laut selalu menyambut setiap pagi. Di sini, ombak berkejaran dengan angin, dan tumpukan rumput laut basah mengering di teras-teras rumah para nelayan. Selama bertahun-tahun, hasil laut itu dijual mentah, harganya pas-pasan, hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari. Namun, sejak beberapa bulan lalu, cerita itu mulai berubah. Suasana Balai Desa Tambakrejo kini tak hanya ramai saat rapat, tapi juga saat puluhan ibu-ibu berkumpul dengan riang, sibuk mengolah sesuatu yang bisa menjadi asa baru keluarga mereka: kerupuk rumput laut.

Dari Jejak Kaki Babinsa, Lahirlah Sebuah Pelatihan Penuh Makna

Perubahan ini berawal dari langkah kaki setia Serka Budi, Babinsa dari Koramil setempat, yang setiap hari menyusuri kampung-kampung. Ia bukan cuma lewat, tapi melihat dan merasakan. Matanya menangkap tumpukan rumput laut dan semangat para ibu yang kuat, namun belum sepenuhnya berdaya secara ekonomi. "Potensinya luar biasa, Bu. Tapi kalau hanya dijual basah, ya hanya segini harganya," kenangnya dengan nada penuh perhatian. Dari sanalah, benih sebuah ide untuk pelatihan ditanam. Dengan semangat gotong royong, ia menggandeng Penyuluh Perikanan dan mengajak Kelompok Wanita Tani setempat. Tujuannya satu dan mulia: memberdayakan para wanita agar punya usaha mandiri, menciptakan roda ekonomi baru dari rumah. "Kami ingin ibu-ibu punya penghasilan sendiri, tidak hanya bergantung pada suami yang melaut. Ini soal kemandirian dan kebahagiaan keluarga," ujar Serka Budi, seperti seorang kakak yang peduli pada adik-adiknya.

Dari Keraguan Menjadi Semangat Berkibar: Kisah Ibu-Ibu yang Kini Berdaya

Awalnya, angin keraguan sempat berhembus. Ibu Rukiyah, salah satu peserta, masih ingat betul pertanyaannya saat itu, "Apakah bisa laku, Mas? Siapa yang mau beli kerupuk dari rumput?" Namun, semangat kebersamaan dan kesabaran para pelatih pelan-pelan mengikis semua itu. Di Balai Desa, mereka belajar bersama seperti sebuah keluarga besar. Proses pelatihan itu sendiri adalah sebuah perjalanan indah yang melibatkan banyak hal, di antaranya:

  • Memilih dengan hati, rumput laut yang terbaik, yang masih segar dan bersih, seperti memilih beras untuk keluarga sendiri.
  • Mengolahnya menjadi adonan yang pas, tidak terlalu encer atau kental, membutuhkan kesabaran dan rasa.
  • Mencetaknya dengan cetakan sederhana di atas plastik, setiap lembar penuh harapan.
  • Menjemurnya dengan teknik yang tepat agar renyah sempurna, dibantu oleh matahari dan angin laut yang akrab.
Detik-detik mencicipi hasil pertama pun tiba. Dan, semua wajah berubah sumringah. "Wah, gurih dan enak sekali, Bu!" sahut seorang ibu, riang. Rasa percaya diri pun mulai tumbuh, mekar seperti bunga di pagi hari. Dukungan untuk UMKM ini pun tak berhenti di situ. Prajurit TNI dengan penuh kesabaran membantu mengurus izin PIRT dan mendesain kemasan yang sederhana namun menarik, membuktikan bahwa program ini adalah pendampingan dari hati, bukan sekadar seremonial.

Kini, "Kerupuk Laut Tambakrejo" sudah bukan sekadar nama. Produk ciptaan ibu-ibu itu sudah menghiasi warung-warung di sekitar desa dan bahkan sampai dipesan untuk acara di kantor kecamatan. Bagi Ibu Rukiyah, ini bukan sekadar uang. Suaranya bergetar penuh syukur saat bercerita, "Alhamdulillah, sekarang saya bisa kasih uang jajan anak sendiri dari hasil usaha ini. Rasanya bangga sekali, rasanya... mandiri." Keberhasilan ini juga terus dipantau dengan hangat oleh Serka Budi dan kawan-kawan. Mereka rutin datang, mendengar keluh kesah, dan bahkan membantu memasarkan lewat media sosial. "Kebahagiaan mereka adalah keberhasilan kami juga," ucap Serka Budi sambil tersenyum, mengisyaratkan bahwa hubungan kedekatan teritorial ini telah berubah menjadi ikatan kekeluargaan yang tulus.

Cerita dari Desa Tambakrejo ini adalah bukti nyata bahwa semangat gotong royong dan perhatian yang tulus bisa mengubah potensi menjadi kemakmuran. Di balik kerenyahan kerupuk rumput laut, tersimpan cerita tentang harga diri yang tumbuh, senyum anak-anak yang terpelihara, dan harapan baru yang menguatkan pondasi keluarga. Ini bukan sekadar tentang ekonomi, tapi tentang menyalakan pelita kemandirian di hati para wanita tangguh pesisir. Sebuah obrolan hangat dari desa yang patut kita dengarkan dan teladani bersama, karena setiap langkah kecil yang penuh perhatian, bisa melahirkan gelombang besar kebahagiaan untuk banyak keluarga.

pemberdayaan ibu-ibu Desa Tambakrejo melalui pelatihan TNI untuk membuat kerupuk rumput laut
Terkait
  • Topik: pemberdayaan ibu-ibu Desa Tambakrejo melalui pelatihan TNI untuk membuat kerupuk rumput laut
  • Tokoh: Serka Budi, Ibu Rukiyah
  • Organisasi: Koramil
  • Tempat: Desa Tambakrejo, Jawa Tengah

Artikel terkait