Pagi itu, matahari baru saja merangkak naik di balik bukit Kampung Kendetapa, Kabupaten Intan Jaya. Embun masih setia menempel di dedaunan, dan udara dingin khas pegunungan Papua menyapa siapa saja yang melangkah keluar rumah. Namun, Jumat itu bukan pagi biasa bagi warga. Langkah kaki para prajurit dari Satgas Yonif 113/JS Pos Kendetapa terdengar pelan namun pasti, mengetuk pintu-pintu rumah satu per satu. Mereka datang bukan dengan wajah tegang, melainkan dengan senyum yang merekatkan kehangatan. Ini bukan patroli militer biasa — ini adalah layanan door to door yang lahir dari rasa peduli mendalam, memastikan tak ada satu pun warga, terutama yang lanjut usia dan sakit, yang terlewat dari sentuhan kesehatan.
Sapa dari Pintu ke Pintu, Sehat dari Hati ke Hati
Di pelosok pedalaman Papua seperti Kendetapa, akses ke fasilitas kesehatan bagai bintang di langit — terlihat jauh dan sulit diraih. Namun, para prajurit itu hadir bak oase di tengah gurun. Mereka tidak sekadar membawa obat-obatan, tetapi juga kesabaran dan senyuman yang menenangkan. Dengan pendekatan yang hangat, mereka memberikan edukasi kesehatan sederhana yang mudah dipahami semua usia. Ibu-ibu yang sibuk di dapur berhenti sejenak mendengarkan, para bapak yang baru selesai berkebun ikut duduk di teras, dan anak-anak yang penasaran mendekat dengan mata berbinar. Di setiap rumah, mereka mengajarkan pentingnya pola hidup bersih — mulai dari mencuci tangan dengan benar, menjaga kebersihan air, hingga cara sederhana mencegah penyakit yang kerap menghampiri.
Berikut hal-hal yang menjadi perhatian dalam kunjungan hangat ini, seperti dirangkum dari cerita warga:
- Memastikan warga lanjut usia dan yang sakit mendapatkan akses kesehatan tanpa harus berjalan jauh ke puskesmas
- Memberikan edukasi kesehatan secara langsung dan personal sehingga mudah dipraktikkan
- Membagikan obat-obatan dasar secara cuma-cuma untuk meringankan beban sehari-hari
- Mendekatkan diri secara emosional sehingga warga merasa aman, didengar, dan diperhatikan
Ketika Seragam Itu Berbicara tentang Kepedulian
Elisa Selegani (50), seorang tokoh gereja di Kendetapa, tak kuasa menahan haru saat menyampaikan rasa terima kasihnya. Dengan suara bergetar, ia berkata, “Terima kasih kepada bapak-bapak TNI yang sudah memberikan penyuluhan dan obat-obatan. Ini sangat membantu kami.” Ungkapan itu bukan basa-basi. Ini adalah luapan hati dari mereka yang selama ini jarang mendapatkan perhatian layanan kesehatan. Kehadiran Satgas Yonif 113/JS yang membawa obat dan perhatian ini lebih dari sekadar misi teritorial — ini adalah pengingat bahwa di balik seragam lusuh di medan, ada hati yang tulus dan siap mendengar keluh kesah warga. Edukasi kesehatan dan layanan door to door di Intan Jaya ini bukan sekadar program, melainkan tali persaudaraan yang dirajut kembali.
Hari itu, di balik sejuknya udara pegunungan Intan Jaya, ada kehangatan yang tercipta. Sebuah ikatan persaudaraan dirajut kembali, satu pintu ke pintu, satu senyum ke senyum. Semoga langkah mulia ini terus berlanjut, menjadi oase di tengah keterbatasan, dan mengingatkan kita semua bahwa di mana pun prajurit berada, di sana pula ada harapan dan kasih sayang untuk warga desa.