Hari Sabtu yang cerah di Desa Karang Rejo, Kabupaten Tanah Laut, berubah menjadi pemandangan yang menghangatkan hati. Bukan karena cuaca, melainkan karena semangat gotong royong yang menyatukan prajurit Satgas TMMD Kodim 1009/Tanah Laut dengan warga setempat. Mereka bersama-sama memulai pembangunan siring, sebuah struktur penahan di bahu jalan desa yang selama ini rawan longsor. Batu kali demi batu kali disusun dengan penuh ketelitian, dicampur adukan semen, dan diiringi canda tawa yang mencairkan batas antara seragam dan pakaian biasa.
Gotong Royong yang Menghangatkan Hati
Suasana kekeluargaan begitu terasa saat bapak-bapak dan ibu-ibu ikut membantu prajurit menyusun batu. Tidak ada sekat antara TNI dan rakyat; mereka saling bahu-membahu, saling bertukar cerita, dan sesekali tertawa bersama. Proses penyusunan batu secara manual ini menjadi momen berharga yang mempererat tali silaturahmi. “Kami tidak merasa bekerja, ini seperti kumpul keluarga besar,” ujar salah satu warga dengan senyum lebar. Semangat gotong royong ini menjadi modal utama untuk mewujudkan pembangunan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga desa.
Program TMMD memang bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan sosial. Dengan melibatkan warga secara langsung, rasa memiliki terhadap infrastruktur desa menjadi semakin kuat. Setiap batu yang disusun adalah bukti nyata bahwa ketika TNI dan rakyat bersatu padu, hal-hal besar bisa tercapai. Warga pun merasa dihargai karena mereka ikut menentukan arah pembangunan di kampung halaman sendiri.
Siring Penahan Longsor, Penjaga Jalan Desa
Pembangunan siring ini memiliki arti yang sangat besar bagi ketahanan hidup warga Desa Karang Rejo. Selama ini, bahu jalan desa mudah tergerus air hujan, mengancam akses utama menuju sawah dan kebun. Dengan adanya siring yang kokoh, risiko longsor bisa diminimalkan. Berikut beberapa manfaat langsung yang dirasakan warga:
- Jalan desa menjadi lebih aman dan tidak mudah rusak saat musim hujan tiba.
- Hasil bumi seperti padi dan sayuran bisa lancar dibawa ke pasar tanpa khawatir jalan terputus.
- Anak-anak bisa pergi ke sekolah dengan tenang, tanpa takut jalan longsor di tengah perjalanan.
- Aktivitas ekonomi warga meningkat karena akses transportasi lebih terjamin.
Antusiasme warga yang tinggi dari pagi hingga siang mencerminkan betapa program ini benar-benar menyentuh kebutuhan mereka. “Kami sangat bersyukur, jalan yang dulu rawan sekarang mulai aman. Semoga program seperti ini terus ada,” kata seorang petani setempat. Kehadiran TNI di tengah-tengah warga menjadi penyemangat tersendiri untuk terus membangun desa dengan semangat gotong royong.
Pagi yang basah oleh keringat dan tawa itu menjadi saksi bisu bahwa pembangunan yang mengakar dan berkelanjutan untuk desa bisa terwujud ketika semua elemen bersatu. Program TMMD tidak hanya membangun siring, tetapi juga membangun harapan baru bagi warga Karang Rejo. Kebersamaan ini akan terus dikenang, menjadi cerita yang diwariskan kepada anak cucu tentang kekuatan gotong royong yang tak pernah pudar. Dari susunan batu kali yang rapi, terukir janji bahwa TNI dan rakyat akan selalu bersama menjaga jalan desa, menjaga kehidupan, dan menjaga mimpi-mimpi warga agar tetap terang.