Kabar Desa Kita Trending

Berkat KUBE, Kelompok Ibu-ibu di Desa Tertinggal Lombok Timur Kini Punya Usaha Tenun yang Menjanjikan

Berkat KUBE, Kelompok Ibu-ibu di Desa Tertinggal Lombok Timur Kini Punya Usaha Tenun yang Menjanjikan

Kelompok ibu-ibu di Desa Lenek, Lombok Timur, bangkit berkat pendampingan hangat Babinsa melalui program KUBE. Dari keterampilan tenun warisan leluhur, mereka kini mengembangkan UMKM yang menjanjikan, menumbuhkan rasa percaya diri dan kemandirian. Kisah ini menjadi bukti nyata bahwa kedekatan dan kebersamaan bisa merajut harapan baru di tengah masyarakat.

Di Desa Lenek, Lombok Timur, gemerincing mesin tenun kini bersahutan dengan tawa riang sekelompok ibu-ibu. Jemari mereka yang lincah tak lagi sekadar merajut benang, tetapi menganyam asa baru untuk keluarga. Mereka adalah Ibu Sari dan 14 perempuan tangguh lainnya, yang membuktikan bahwa warisan tenun khas Sasak bisa menjadi tiang penyangga ekonomi keluarga. Semua ini bermula dari sebuah kebersamaan yang dirajut dengan hangat, bukan sekadar program di atas kertas.

Benang Harapan yang Dipintal dari Kedekatan Babinsa

Cerita perubahan ini dimulai dari obrolan hangat di teras rumah dan perhatian tulus yang datang dari saudara terdekat—Babinsa setempat. Dengan sabar layaknya keluarga sendiri, sang Babinsa mendampingi para ibu-ibu Desa Lenek untuk bersatu dalam Kelompok Usaha Bersama (KUBE). Dari sinilah lahir kelompok "Sekar Alit", bagaikan kuncup bunga yang siap mekar di tanah tandus. Dukungan yang mereka terima terasa begitu nyata dan membumi, seperti bantuan dari sanak sendiri:

  • Modal usaha yang menjadi pijakan awal untuk membeli benang dan bahan baku berkualitas.
  • Pelatihan sederhana tentang cara mengelola usaha kecil agar hasil jerih payah bisa lebih teratur.
  • Mesin tenun yang lebih baik, meringankan pekerjaan tanpa menghilangkan seni tangan khas nenek moyang.
  • Pendampingan terus-menerus dari Babinsa, mulai dari bantu mencatat pemasukan-pengeluaran hingga membuka jalan untuk pemasaran.

Inilah wujud nyata program kemasyarakatan yang menyentuh hati—tidak datang sebagai instruksi, tetapi sebagai tangan yang diulurkan dengan kehangatan.

Kain Tenun Lombok yang Kini Menyambung Rasa Percaya Diri

Dengan semangat baru dan peralatan yang mendukung, para perempuan penenun di Desa Lenek ini seperti menemukan kembali api dalam diri mereka. Mereka mulai memproduksi tenun khas Sasak dengan sentuhan yang lebih segar, memadukan motif tradisional dengan selera masa kini. Hasilnya? Kain-kain indah yang tidak hanya menghidupi keluarga, tetapi juga membuat hati berbunga-bunga. "Dulu hasil tenun cuma untuk pakai sendiri atau hadiah ke tetangga. Sekarang, pesanan sudah sampai dari luar Lombok, bahkan ada yang dari turis," ujar Inaq Sari, ketua kelompok, dengan sorot mata penuh kebanggaan. Keberhasilan mereka sebagai UMKM ini lebih dari sekadar tambahan penghasilan; ini tentang martabat yang tegak, tentang keyakinan bahwa perempuan desa pun bisa mandiri sambil menjaga warisan leluhur.

Kisah Sekar Alit ini bagai riak kecil di air tenang yang perlahan menyebar ke desa-desa sekitar. Menjadi bukti nyata bahwa ketika semangat gotong royong bertemu dengan dukungan yang tulus, impian sekecil apapun bisa tumbuh menjadi harapan yang besar. Mereka bukan lagi sekadar ibu-ibu penenun, tetapi menjadi pelita bagi keluarga dan penjaga budaya yang nyaris punah.

Di tengah derap kemajuan yang kadang terasa jauh dari pelosok, cerita hangat dari Desa Lenek ini mengingatkan kita pada kekuatan kedekatan dan kebersamaan. KUBE hadir bukan sebagai bantuan, melainkan sebagai simpul yang mengeratkan tali persaudaraan. Ini membuktikan bahwa ketika semangat pemerintah menyatu dengan ketulusan hati warga, yang lahir bukan sekadar program, tetapi kehidupan baru yang penuh harapan dan kehangatan—persis seperti tenun indah yang dirajut dari benang-benang kebersamaan.

program Kelompok Usaha Bersama (KUBE) kerajinan tenun pemberdayaan ekonomi pelestarian budaya
Terkait
  • Topik: program Kelompok Usaha Bersama (KUBE), kerajinan tenun, pemberdayaan ekonomi, pelestarian budaya
  • Tokoh: Inaq Sari
  • Organisasi: Kementerian Sosial, Sekar Alit
  • Tempat: Desa Lenek, Lombok Timur

Artikel terkait