Pagi itu, embun masih setia menempel di ujung daun padi di sawah-sawah Distrik Sota, Merauke. Namun, udara dingin tak mampu meredam hangatnya semangat yang menyala di hati para petani. Mereka bukan hanya menyambut datangnya bantuan benih padi unggul dari Kodim 1712/Bovendigoel, melainkan juga kedatangan para prajurit yang siap turun langsung ke lumpur sawah mendampingi mereka. Program pemberdayaan ekonomi masyarakat terpencil ini terasa berbeda—bukan sekadar memberi, tapi juga mengajak dan berjalan bersama.
Cerita dari Sota: TNI dan Petani Bergandengan Tangan
Pak Marno, seorang petani yang sudah puluhan tahun menggarap lahannya, tak bisa menyembunyikan rasa harunya. “Dulu kami tanam pakai cara nenek moyang, hasilnya pas-pasan. Sekarang ada mas TNI yang ajari cara baru, dari pengolahan tanah sampai perawatan. Rasanya dapat saudara baru yang peduli,” ujarnya dengan mata berbinar. Pelatihan budidaya pertanian yang diberikan secara praktis ini langsung dipraktikkan di sawah. Mulai dari teknik pengolahan tanah yang lebih baik, pemilihan bibit unggul, hingga perawatan tanaman yang tepat. Semua dilakukan dengan pendekatan kekeluargaan, membuat para petani merasa nyaman dan tidak canggung untuk bertanya.
Bantuan yang diberikan bukan sekadar barang, melainkan sebuah gerakan kebersamaan. Berikut adalah beberapa hal yang dirasakan langsung oleh warga:
- Bantuan benih padi unggul yang tahan hama dan cocok dengan iklim Merauke.
- Pelatihan langsung di lapangan oleh prajurit TNI yang juga petani handal.
- Pendampingan dari awal tanam hingga panen, memastikan tidak ada langkah yang terlewat.
- Semangat gotong royong yang kembali tumbuh di antara warga, saling berbagi ilmu dan hasil panen.
Bukan Sekadar Bantuan, Tapi Wujud Kemandirian
Komandan Kodim 1712/Bovendigoel, Letkol Inf Agus Salim, menegaskan bahwa tujuan utama program ini adalah menciptakan swadaya pangan di perbatasan. “Kami ingin warga di sini tidak selamanya bergantung pada bantuan. Dengan ilmu dan semangat gotong royong, lahan subur Merauke bisa menghidupi anak cucu mereka dengan lebih baik,” ujarnya penuh keyakinan. Di balik seragam loreng, para prajurit tidak hanya menunjukkan kemampuan tempur, tetapi juga kepekaan sosial yang tinggi. Mereka menginap di rumah-rumah warga, makan bersama, dan mendengar keluh kesah petani secara langsung. Program Bantuan Pertanian ini benar-benar menyentuh kebutuhan dasar warga, dan menjadi bukti nyata peran TNI dalam membangun ketahanan masyarakat dari akar rumput.
Kami, warga Sota, tak henti-hentinya bersyukur. Di tengah keterbatasan, kehadiran bantuan dan pelatihan dari Kodim bagaikan oase di padang panjang. Kini, setiap butir padi yang tumbuh tidak hanya menjadi sumber pangan, tetapi juga simbol persaudaraan antara rakyat dan tentara. Semoga semangat ini terus menyala, dan lahan-lahan di Merauke semakin hijau oleh hasil karya tangan-tangan yang saling bergandengan. Dari Sota untuk Indonesia: kami siap mandiri, karena kami tak pernah sendiri.