Program & Bantuan Trending

Bansos Beras 10 Kg untuk 500 KK di Pegunungan Arfak, Disalurkan Helikopter TNI

Bansos Beras 10 Kg untuk 500 KK di Pegunungan Arfak, Disalurkan Helikopter TNI

Helikopter MI-17 TNI Angkatan Darat menyalurkan 5 ton beras (10 kg per KK) untuk 500 keluarga di Kampung Syoum, Pegunungan Arfak, Papua, yang sulit dijangkau darat. Bantuan bansos ini merupakan kerja sama Kemensos dan TNI dalam operasi 'Teritorial Peduli', disertai pengobatan gratis bagi 150 warga. Kepala kampung berharap bantuan tepat waktu ini bisa meringankan beban warga yang gagal panen akibat hama.

Pagi itu, gemuruh mesin helikopter MI-17 TNI Angkatan Darat memecah kesunyian Kampung Syoum di Pegunungan Arfak, Papua Barat. Warga yang sudah berkumpul sejak subuh di lapangan kecil desa langsung berteriak gembira saat melihat burung besi itu perlahan mendarat. Bukan sekadar kunjungan biasa, helikopter ini membawa 5 ton beras — setara 10 kilogram per kepala keluarga — untuk 500 KK yang tinggal di pelosok yang sulit dijangkau jalur darat. Program bantuan sosial (bansos) beras ini adalah buah kerja sama Kementerian Sosial dan TNI dalam operasi "Teritorial Peduli", sebuah wujud nyata kedekatan TNI dengan masyarakat adat di daerah terpencil.

Helikopter TNI Hadir, Bawa Beras untuk Warga Pegunungan Arfak

Komandan Resor Militer 171/Praja Vira Tama, Kolonel Inf. Kristian Siregar, menjelaskan bahwa distribusi bahan pokok ke daerah terisolasi seperti Pegunungan Arfak menjadi prioritas utama. "Kami ingin memastikan stabilitas pangan tetap terjaga, apalagi di tengah kondisi medan yang berat. Helikopter TNI adalah satu-satunya cara cepat untuk menjangkau kampung-kampung yang hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki berhari-hari," ujarnya di sela-sela kegiatan. Bantuan beras ini bukan sekadar kiriman logistik, melainkan simbol bahwa negara hadir untuk warga di sudut manapun.

Bantuan yang diterima warga Kampung Syoum meliputi:

  • 10 kg beras untuk setiap kepala keluarga — total 500 KK menerima jatah dari 5 ton beras yang dibawa.
  • Pengobatan gratis dari tim kesehatan TNI yang ikut dalam misi, melayani 150 warga yang menderita malaria dan penyakit kulit.
  • Suasana kehangatan saat ramah tamah dan tarian tradisional yang ditampilkan warga sebagai tanda penerimaan dan syukur.

Kisah Warga: Bantuan Tepat Waktu di Tengah Gagal Panen

Kepala Kampung Syoum, Markus Dowansiba, tak bisa menyembunyikan rasa haru. "Kami sangat berterima kasih. Banyak warga yang kehabisan beras karena gagal panen akibat hama. Bantuan ini datang tepat waktu, menjelang musim tanam. Artinya, kami bisa fokus menyiapkan ladang tanpa pusing soal perut," ujarnya sambil memegang karung beras. Bagi warga yang sehari-hari mengandalkan hasil kebun, musim gagal panen adalah pukulan berat. Namun, kehadiran helikopter TNI yang membawa bansos beras serta layanan kesehatan memberikan secercah harapan baru.

Tim kesehatan TNI yang ikut serta juga mencatat banyak kasus malaria dan penyakit kulit di kalangan warga. Dengan pengobatan gratis yang diberikan, setidaknya 150 orang mendapatkan perawatan langsung. Kegiatan ini sekaligus mengingatkan bahwa kesehatan adalah bagian penting dari kesejahteraan desa.

Acara ditutup dengan ramah tamah dan tarian tradisional yang menggema di lapangan Kampung Syoum. Warga dan TNI berbaur dalam satu lingkaran, bertepuk tangan dan tersenyum. Di balik medan berat dan jarak yang jauh, rasa kebersamaan itulah yang membuat bantuan beras dan program teritorial ini benar-benar berarti. Semoga semangat gotong royong dan perhatian dari saudara-saudara kita di TNI dan pemerintah terus mengalir, membawa kesejahteraan bagi setiap rumah di pelosok Papua.

Bansos Beras Distribusi TNI Bantuan Pangan
Terkait
  • Topik: Bansos Beras, Distribusi TNI, Bantuan Pangan
  • Tokoh: Kristian Siregar, Markus Dowansiba
  • Organisasi: TNI Angkatan Darat, Kementerian Sosial, TNI, Danrem 171/Praja Vira Tama, tim kesehatan TNI
  • Tempat: Pegunungan Arfak, Papua Barat, Kampung Syoum

Artikel terkait