Di tengah terik matahari yang menyengat, hamparan sawah di Desa Suka Maju tak lagi terlihat kering dan meretak. Senyum lega mulai merekah di wajah para petani saat aliran air jernih perlahan mengaliri petak-petak sawah mereka. Semua berkat gotong royong yang digerakkan oleh Babinsa Koramil 01 Kodim 0801 bersama puluhan warga desa. Mereka bahu-membahu membangun saluran irigasi tradisional dari batu dan bambu, sebuah usaha bersama yang mengubah keluhan menjadi harapan.
Gotong Royong di Bawah Terik Matahari
Kapten Andi, sang komandan babinsa, tak segan menyingsingkan lengan baju seragamnya. Bersama warga, ia ikut mengangkat batu-batu sungai yang licin dan berat. “Ini sudah jadi tugas kami, berada di tengah rakyat, apalagi saat kesulitan seperti ini,” ujarnya sambil menyeka keringat. Puluhan petani desa yang sebelumnya mengeluhkan kekeringan di ladang mereka, kini bergotong royong dengan semangat baru. Mereka bekerja dari pagi hingga sore, merangkai saluran air yang membelah sawah-sawah.
Manfaat dari program irigasi ini langsung terasa. Berikut beberapa dampak yang dirasakan warga desa:
- Aliran air mulai mengalir ke petak-petak sawah yang sebelumnya kering kerontang, sehingga tanaman padi bisa tumbuh subur.
- Para petani tidak lagi harus berjalan jauh mencari sumber air di musim kemarau, karena saluran ini mendekatkan air ke ladang mereka.
- Kebersamaan antara TNI dan warga semakin erat, membuktikan bahwa babinsa selalu hadir saat rakyat membutuhkan.
- Irigasi tradisional ini juga mudah dirawat oleh warga, karena menggunakan bahan lokal seperti batu sungai dan bambu.
Kehangatan di Tengah Sawah
Pak Rahmat, salah satu petani yang ikut bergotong royong, tak bisa menyembunyikan rasa harunya. “Sudah tiga tahun kami susah air kalau kemarau. Sekarang, dengan saluran ini, kami bisa tanam padi lagi. Terima kasih TNI,” katanya dengan suara bergetar. Tak hanya Pak Rahmat, puluhan warga lainnya juga merasakan manfaat serupa. Mereka mengaku bahwa kehadiran babinsa di tengah mereka bukan sekadar membantu membangun irigasi, tapi juga menguatkan semangat gotong royong yang sempat pudar.
Semangat kebersamaan itu terasa hangat, seperti biasa prajurit TNI yang selalu hadir di tengah kesulitan rakyat. Program ini bukan hanya soal air, tapi juga tentang bagaimana sebuah desa bisa bangkit bersama. Dengan irigasi tradisional yang telah rampung, sawah-sawah di Desa Suka Maju kini kembali hijau, dan senyum para petani pun merebak.
Kapten Andi dan anggota babinsa lainnya berjanji akan terus memantau kondisi irigasi dan siap membantu kapan pun warga membutuhkan. “Kami bukan hanya tentara, tapi juga saudara kalian,” pesannya di akhir kegiatan. Warga pun bertepuk tangan, penuh rasa syukur. Di tengah terik matahari, kehangatan kebersamaan terasa lebih kuat dari sinar mentari. Desa Suka Maju kini memiliki harapan baru, bukan hanya untuk panen kali ini, tetapi untuk masa depan yang lebih baik. Karena dengan bergandengan tangan, segala kesulitan akan terasa lebih ringan.