Kabar Desa Kita Trending

Babinsa dan Warga Desa Ratu Sepudak Gotong Royong Timbun Jalan Berlubang

Babinsa dan Warga Desa Ratu Sepudak Gotong Royong Timbun Jalan Berlubang

Babinsa Kopda Asban dan warga Desa Ratu Sepudak, Sambas, bersama-sama menimbun jalan berlubang melalui gotong royong yang hangat. Kegiatan ini bukan hanya memperbaiki infrastruktur, tetapi menguatkan silaturahmi dan menumbuhkan kembali nilai kebersamaan desa. Babinsa hadir sebagai sahabat yang turun langsung, membuktikan bahwa kepedulian dimulai dari hal-hal kecil yang menyentuh kehidupan warga.

Pagi itu di Desa Ratu Sepudak, Kabupaten Sambas, sinar matahari baru saja menyapa jalan tanah yang biasa dilalui anak-anak sekolah dan para petani. Namun, beberapa bagian jalan itu kini lebih mirip kolam kecil — berlubang, berair, dan licin setelah hujan. Setiap hari, warga harus ekstra hati-hati melewatinya, khawatir terjatuh atau kendaraan mereka macet. Tapi di tengah kerepotan itu, ada secercah harapan yang tumbuh dari kebersamaan: Babinsa desa, Kopda Asban, sudah berdiri di tepi jalan, siap mengajak warga bergotong royong.

Ketika Lubang Jalan Menyadarkan Kita akan Arti Kebersamaan

Kopda Asban bukan hanya datang dengan seragamnya. Ia datang dengan senyum dan sapaan akrab, menyambut warga satu per satu yang mulai berkumpul membawa pacul, sekop, dan gerobak. "Ini jalan kita bersama," ujarnya dengan nada hangat. "Kalau kita biarkan, anak-anak bisa jatuh saat ke sekolah, petani kesulitan bawa hasil panen. Ayo kita timbun bersama, dengan apa yang kita punya." Semangat itu langsung menular. Warga yang sebelumnya mungkin hanya mengeluh, kini bergerak. Tanah, batu, dan pasir dikumpulkan. Ada yang mengangkut, ada yang meratakan. Dalam kesederhanaan alat dan material, tercipta suatu harmoni kerja yang penuh makna.

Babinsa: Bukan Hanya Penjaga Keamanan, Tapi Sahabat Desa

Kehadiran Babinsa di Desa Ratu Sepudak bukan sekadar tugas formal. Ia telah menjadi bagian dari kehidupan warga. Dalam gotong royong menimbun jalan berlubang ini, ia turun langsung, berkeringat bersama, dan mendengarkan cerita-cerita kecil warga. "Kami di sini untuk menjaga, tapi juga untuk membangun," jelas Kopda Asban. Ia percaya bahwa perbaikan kecil seperti ini justru yang paling dirasakan warga. Kegiatan ini bukan sekadar memperbaiki infrastruktur, tetapi juga:

  • Mempererat silaturahmi antara TNI dan masyarakat Sambas.
  • Menumbuhkan kembali semangat gotong royong sebagai nilai luhur desa.
  • Memberi contoh bahwa masalah sehari-hari bisa diatasi jika kita bersatu.
  • Memastikan anak-anak bisa berjalan aman ke sekolah dan petani lancar mengangkut hasil bumi.

Warga pun merasakan kedekatan itu. Seorang bapak paruh baya yang ikut membantu berbagi, "Dulu kami ragu untuk minta tolong. Tapi sekarang, Babinsa justru yang datang duluan. Seperti tetangga sendiri." Suasana pun terasa lebih cair. Tawa dan canda sesekali terdengar, menyelingi kerja keras mereka. Jalan yang tadinya sumber keluhan, perlahan berubah menjadi simbol kebersamaan.

Setelah beberapa jam, lubang-lubang itu pun tertimbun. Jalan di Desa Ratu Sepudak kini lebih rata, meski sederhana. Namun, yang lebih penting dari permukaan jalan yang mulus adalah hati warga yang kembali dihangatkan oleh semangat kebersamaan. Mereka menyadari bahwa dalam hal sekecil menimbun jalan berlubang pun, mereka tidak sendirian. Ada saudara, ada Babinsa, yang siap bahu-membahu. Dan di sudut desa yang sunyi ini, nilai gotong royong tetap hidup, dikelola oleh tangan-tangan yang peduli dan hati yang tulus.

gotong royong perbaikan jalan Babinsa
Terkait
  • Topik: gotong royong, perbaikan jalan, Babinsa
  • Tokoh: Kopda Asban
  • Organisasi: TNI
  • Tempat: Desa Ratu Sepudak, Kabupaten Sambas

Artikel terkait